RADAR24.CO.ID, Lampung  — Dinilai bermasalah, sumur bor yang dibangun Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Tahun Anggaran 2023, bernilai Rp 500 juta yang terletak di Tiyuh Marga Asri, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat menjadi tidak berfungsi.

 

Sejumlah petani sekitar yang tergabung dalam kelompok petani pemakai air suku tiga Tiyuh tersebut, mengaku tidak berani menggunakan sumur bor karena saluran pipa tandon air mengalami kebocoran cukup besar.

 

“Kami tidak berani menggunakan air dari sumur bor itu karena takut disalahkan, apalagi belum ada berita acara serah terima pekerjaan,” kata Satino selaku ketua kelompok pemakai air suku tiga Tiyuh Marga Asri, Selasa (27/2).

 

Sejumlah warga sekitar juga mengatakan terdapat sejumlah kejanggalan saat pengerjaan sumur bor tersebut dan terkesan ditutup-tutupi, karena tidak memasang plang proyek.

 

“Waktu pembangunan sumur bor, ada pihak kepolisian yang menegur pihak rekanan agar memasang plang proyek tapi tidak di gubris, setelah selesai pengerjaan ya di tinggal begitu saja, kami para petani juga bingung, mau menggunakan juga gak berani,” aku Yadi salah satu petani sekitar.

 

Terpisah Penjabat Kepala Tiyuh Marga Asri Asrofi saat ditemui dikediamannya mengakui bahwa memang ada pekerjaan sumur bor di daerah yang dipimpinnya. Namun dia tidak mengetahui Dinas yang menanganinya karena tidak ada plang proyeknya.

 

“Saya cuma tahu kalau itu dari Provinsi Lampung tapi tidak mengetahui pasti nilai proyek beserta dinas yang menanganinya,” jelasnya.

 

Dia juga mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali menghubungi pihak rekanan, namun sudah tidak aktif lagi.

 

“Para petani tidak mungkin berani menggunakan sumur bor itu, apalagi dengan kondisi seperti itu, di tambah tidak ada berita acara serah terima pekerjaan,” imbuhnya.

 

Isrofi berharap Dinas PSDA Provinsi Lampung dapat memantau pekerjaan bangunan sumur bor tersebut dan memberikan penegasan terkait penggunaan sumur bor kepada petani.

 

“Kami selaku pemerintah tiyuh tentunya tidak menginginkan sumur bor yang di bangun oleh pemerintah provinsi Lampung menjadi sia-sia,” tegasnya.

 

Untuk diketahui bangunan sumur bor tersebut merupakan bentuk kegiatan pembangunan sumber air baku Kabupaten Tulang Bawang Barat yang adakan oleh Dinas PSDA Provinsi Lampung, dengan kode tender 21147121, yang dimenangkan oleh Rajhabor Technique yang beralamat di Way Halim Kota Bandar Lampung.

 

Editor: Abdul Jabar

Pewarta: Yunas