RADAR24.CO.ID, Sulawesi Utara — Pelabuhan Bitung, yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Bitung, kembali disinggahi kapal pesiar MV Arcadia.

 

Kapal pesiar mewah MV Arcadia berukuran besar dengan bobot 84.342 (GT), panjang 285 meter yang membawa Crew sebanyak 852 dan penumpang sebanyak kurang lebih 2.600 orang yang berasal dari berbagai negara.

 

General Manager (GM) Pelindo Regional 4 Bitung, Ramdan Affan Kiaidemak mengatakan bahwa, kedatangan kapal pesiar yang pertama di tahun ini selain merupakan tamu istimewa, juga merupakan hadiah tahun baru bagi Perseroan.

Baca juga: Kapolres Bitung Gelar Silaturahmi Bersama Lintas Tokoh 

“Kami bersyukur di awal tahun ini akan ada 4 kapal pesiar yang akan berkunjung di Pelabuhan Bitung,”ucap Ramdan melalui siaran pers, Selasa (5 Maret 2024).

 

Menurut dia, 4 kapal pesiar yang akan berkunjung tersebut yaitu MV Arcadia pada tanggal 5 Maret 2024, MV Queen Mary 2 di tanggal 9 Maret 2024, MV Seabourn Soujourn pada 12 Maret 2024, dan MV Queen Victoria yang akan sandar di tanggal 13 Maret 2024.

 

“Kami menganggap ini adalah hadiah di tahun baru 2024 ini,” ujarnya.

Baca juga: Baksos dan Donor Darah Warnai HUT ke 78 Persit KCK Bitung

Ramdan menuturkan, kali ini kapal pesiar yang sandar di Pelabuhan Bitung berkisar 8 jam. Ke depan pihaknya akan bekerja sama dengan instansi dan stakeholder terkait untuk membuat paket wisata agar kapal pesiar bisa bermalam atau paling tidak sandar selama 3 hari, sehingga para penumpang yang rarata adalah wisatawan asing dapat lebih lama lagi menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di Sulawesi Utara.

 

Sementara itu, Junior Manager Humas Prawita Regina Alamri menambahkan bahwa kapal pesiar yang sandar di Pelabuhan Bitung sejak pukul 07.30 Wita tersebut tiba dari Australia.

 

“Selanjutnya akan berlayar kembali pada pukul 18.00 Wita ke Manila, Filipina.

 

Adapun turis yang diangkut berasal dari berbagai negara, di antaranya Australia, Amerika, Inggris, Belgia, Brasil, Kanada, Swiss, Jerman, Italia, Roma, Spanyol Swedia, dan juga ada turis lokal dari Indonesia,”Kata Prawita Regina Alamri.

 

Editor Abdul Jabar

Pewarta. Syarif