RADAR24.CO.ID, Lampung — Siang itu, di balik hilir mudik siluet pengunjung Shopping Center, dari kejauhan nampak seorang pria tengah berdiri sambil menyandarkan punggungnya di batang pohon akasia, tepat di tepi akses masuk ke salah satu pusat pertokoan tertua di Kota Metro itu, Selasa, 26/3/2024.

Rinaldi, begitu ia biasa disapa. Pria berusia 38 tahun dengan pembawaan diri yang tenang itu, mulai berjalan menghampiri saya, sembari menyunggingkan seulas senyum nan ramah.

Baca juga: Pentingnya Identitas dalam Nama Bisnis: Kisah Sukses dan Tips Terbaik

“Peci nya mas,” tawarnya, sambil membawa satu pieces songkok hitam ala Soekarno, barang dagangan yang saban hari ia jajakan di halaman parkir Shopping Center Kota Metro.

Saya yang memang sedari dulu mengenalnya, akhirnya memutuskan untuk menghentikan perjalanan sejenak, berbincang dan mengingatkannya kembali tentang memori masa lampau, tatkala ia masih berjualan dengan menghamparkan barang dagangan di teritis Masjid Agung Taqwa, belasan tahun silam.

“Ya, benar. Memang iya, saya dagang peci itu sudah dari dulu, awal mula dagang di teras Masjid Taqwa, dulu tahun 2007. Terus pindah ke kompleks Shopping Center ini sudah 7 tahunan ini,” tuturnya mengisahkan.

Berbeda dengan Rinaldi yang dahulu menghamparkan barang dagangannya begitu saja di lantai teras masjid, kini, pemilik nama asli Afrinaldi itu berdagang dengan menjadikan box di truknya yang sedikit dimodifikasi, sebagai lapak dagang.

“Dari awal pindah dagang, karena memang dilarang jualan di Masjid Taqwa, saya pindah di sini. Sejak itu memang sudah pakai mobil ini. Kira-kira ya 2017an lah ya,” ungkapnya.

Baca juga: 10 Manfaat Buah Naga yang Kalian Harus Tahu

Bermacam-macam dagangan yang dijajakan Rinaldi, terlihat didominasi jenis-jenis songkok. Sedangkan, untuk harga yang dibanderolnya terbilang cukup terjangkau, mulai dari Rp5 ribu sampai Rp90 ribu saja.

Selain songkok atau peci, Rinaldi juga menyediakan peralatan salat lainnya seperti sarung, parfum non alkohol, celana sirwal dan lain sebagainya.

Sejumlah barang dagangan berupa perlengkapan ibadah itu secara khusus didatangkannya dari luar daerah, di Pulau Jawa.

“Jakarta, Surabaya, Cianjur dan macam-macam tempat pokoknya, saya belanja. Ada berbagai alat salat di sini, tapi memang, kalau rata-rata pembeli yang datang ke sini itu lebih banyak yang tertarik untuk membeli peci, salah satu yang paling diminati ya songkok Soekarno ini, yang hitam polos,” jelasnya.

Selama dua pekan Ramadan ini, Rinaldi mengaku pendapatnya naik. Meski kenaikan omzetnya tak begitu drastis, tapi pemilik senyum ramah itu tetap mensyukurinya.

“Kalau omzetnya relatif ya, kadang satu hari itu bisa dapat Rp400 ribu, kalau pas lagi sepi ya kadang-kadang cuma laku 1-2 biji. Bisa Rp50 ribu atau Rp60 ribu. Yah, namanya kita dagang, ya naik turun,” katanya lirih, sembari menghela nafas.

“Tapi Alhamdulillah, kalau selama Ramadan 2024 ini memang masih standar ya, belum begitu signifikan kenaikan omzetnya. Cuma, ya itu tadi, Alhamdulillah setiap hari ada aja yang beli, itu sudah sangat saya syukuri ,” tukasnya.

Bagi kaum muslim, Ramadan merupakan bulan yang mulia. Momentum sebulan dalam satu tahun sekali itu diyakini umat Islam sebagai Syahrul Mubaarok, atau bulan yang penuh berkah.

Baca juga: Manfaat Jahe untuk Kesehatan Nomor 3 Wanita Wajib Tahu

Oleh karena itu, banyak umat Nabi Muhammad ini menjadikan momen bulan puasa sebagai ajang meningkatkan ketaqwaan. Maka tak heran, jika omzet dagang Rinaldi meningkat, seiring dengan antusiasme dan minat beli masyarakat untuk peralatan ibadah yang juga tinggi.

Bagi pembaca yang berniat membeli songkok baru untuk menyambut Idul Fitri nanti, silakan singgah ke lapak Rinaldi di kawasan Shopping Center Kota Metro, di area parkir tepat di sisi Jalan Jenderal Sudirman.

 

Editor Abdul Jabar, pewarta kiki